Seru-seruan jelajahi Malang dengan berjalan kaki
Museum, rumah tua hingga tempat ibadah di Kota Malang menjadi saksi bisu
perjalanan sejarah sejak masa kolonial. Jejak tersebut masih dapat ditemui
hingga masa kini, terutama pada bangunan bangunan peninggalan Belanda yang
tetap berdiri kokoh dan terawat.
Tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, gereja gereja bersejarah di
Malang juga menyimpan nilai arsitektur, budaya dan toleransi yang tinggi. Di
antara banyaknya bangunan bersejarah di Kota Malang, terdapat tiga gereja yang
paling ikonik dan memiliki nilai sejarah yang kerap menjadi perhatian siapapun
yang melihat.
Ketiga gereja tersebut adalah Gereja GPIB Immanuel Malang, Gereja Paroki
Hati Kudus Yesus di Kayutangan, dan Gereja Katolik Katedral Ijen. Masing masing
memiliki nilai keunikan dan sarat akan kisah dibaliknya yang menjadikannya
bagian penting dari wajah Kota Malang.
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Malang merupakan
gereja tertua di Kota Malang. Gereja ini dibangun pada tahun 1861 dan
diresmikan sekitar tiga bulan kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda kala
itu.
Bangunan gereja ini masih mempertahankan arsitektur khas kolonial
Belanda dari dulu hingga sekarang. Letaknya pun sangat strategis, berada di
sebelah barat Alun Alun Merdeka Malang.
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Malang merupakan
salah satu gereja tertua di Kota Malang. Dibangun pada tahun 1861 dan
diresmikan 3 bulan setelahnya oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
Arsitektur dan gaya bangunan khas zaman kolonial Belanda masih
dipertahankan hingga sekarang. Lokasi bangunan juga cukup strategis berada di
sebelah barat Alun Alun Merdeka Malang berdampingan langsung dengan Masjid
Jami’ Malang tepatnya di Jalan Merdeka Barat No 9, Kidul Dalem, Kecamatan
Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Pada awal pembangunannya, gereja ini difungsikan sebagai tempat ibadah
bagi orang orang Belanda dan Eropa yang tinggal di Malang. Namun sekarang,
digunakan untuk tempat ibadah masyarakat umum.
Ciri khas arsitektur Eropa terlihat jelas pada bangunan gereja mulai
dari atap, lampu gantung, mimbar hingga lantai gereja yang masih asli. Selain
itu, daya tarik utamanya terletak pada dua Alkitab Kuno yang diperkirakan
berusia sekitar 400 tahun, yang dicetak pada tahun 1618 dengan sampul kulit
domba jantan berwarna coklat dan kini masih tersimpan dan dijaga rapi di dalam
lemari kaca sebagai simbol sejarah.
Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus atau yang lebih dikenal dengan
sebutan Gereja Kayutangan, merupakan salah satu gereja ikonik yang ada di Kota
Malang. Terletak di kawasan Kayutangan Heritage yang menjadi pusat wisata
budaya dan sejarah kota, tepatnya di Jalan MGR Sugiyopranoto N0. 2, Kiduldalem,
Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Gereja ini dibangun pada tahun 1897 yang awalnya hanya diperuntukkan
bagi warga Belanda yang menetap di Malang. Seiring berjalannya waktu, gereja
ini menjadi saksi bisu berkembangnya umat Katolik di Kota Malang sejak masa
kolonial Belanda hingga sekarang.
Dari segi arsitektur, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus tampil megah dengan
gaya Neo Gotik yang menyerupai gereja gereja ala Eropa. Gaya arsitektur ini
diperkenalkan oleh arsitek terkenal Belanda yaitu Dr. P.J.H Cuypers.
Gereja Katolik Santa Perawan Maria dari Bukit Karmel atau dikenal
sebagai Gereja Katedral Ijen, didirikan pada tahun 1934. Gereja in menjadi
salah satu gereja terbesar sekaligus ikonik di Kota Malang. Berlokasi di Jalan
Buring No. 66, Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Pembangunan gereja ini, dirancang oleh arsitek asal Belanda bernama
Rijksen en Estourgie dengan gaya Neo Gotik. Bentuk bangunan yang menyerupai
persegi panjang dengan atap bergaya kubah yang memberikan kesan megah dan
elegan.
Daya tarik utama Gereja Katedral Ijen terletak pada dua menara tinggi
yang menjulang dan mudah dikenali siapapun yang melewatinya. Menara tersebut
juga menjadi salah satu ikon visual Kota Malang, khususnya di kawasan
Ijen.
Selain itu, ornamen asli dari gereja ini masih terawat dan dijaga dengan
baik hingga sekarang. Karena nilai sejarahnya yang tinggi, Gereja Katedral Ijen
ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan kategori A yang bernilai
sejarah tinggi.
Hingga saat ini, gereja ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah
umat Katolik dan menjadi spot foto menarik bagi masyarakat hingga
wisatawan.
Mau eksplor tempat tempat bersejarah di Malang sambil belajar? Yuk,
ikuti tur sejarah bersama tour guide kami di Jelajah Malang untuk info lebih lanjut.
Jln. Cokroaminoto II/74, Malang, Jawa Timur
Email: jelajahmalangaja@gmail.com
WhatsApp/Telpon: 0823 3528 8384
Tidak ada komentar: