Seru-seruan jelajahi Malang dengan berjalan kaki
Malang memiliki beragam ruang terbuka hijau yang tersebar di berbagai sudut kota. Keberadaan taman taman ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai penyeimbang lingkungan perkotaan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, edukasi dan rekreasi. Berikut lima taman ikonik di Kota Malang yang memiliki nilai sejarah. daya tarik dan mungkin baru kamu tahu.
![]() |
| Doc pribadi |
Taman
Cerme atau Tjerme Plein merupakan taman peninggalan pemerintah Kolonial
Belanda kala itu. Taman ini dibangun dalam rangka perluasan pembangunan tata
Kota Malang atau kerap disebut sebagai Bouwplan.
Pemerintah
Kolonial Belanda saat itu mengeluarkan 8 Bouwplan untuk memperluas kota
malang dengan menjadikan Alun Alun Kota Malang sebagai titik pusat yang
dianggap penting oleh masyarakat Jawa kala itu.
Taman
Cerme berada pada kawasan Bouwplan 7 yang saat ini dikenal sebagai kawasan Oro
Oro Dowo. Kawasan ini merupakan lanjutan dari pembangunan bouwplan 5 yang
mencakup area Jalan Ijen Boulevard.
Kawasan
Bouwplan 7 dikenal sebagai kawasan perumahan elit dengan bangunan besar dan
megah serta nama nama jalan yang diambil dari nama pegunungan di Indonesia
seperti Jl. Semeru, Jl. Merabu dan sebagainya.
Dalam
proses perluasan tata Kota Malang pada masa Kolonial Belanda, tak lepas peran
dari Thomas Karsten sebagai penasihat pembangunan kota. Taman Cerme sendiri
masuk dalam tahap perluasan pembangunan Kota Malang tahap kelima sekitar tahun
1924 - 1925.
Penamaan
Taman Cerme berasal dari lokasinya yang berada di Jalan. Cerme, Oro Oro Dowo,
Kecamatan Klojen, Kota Malang. Di bagian depan taman ini juga berdiri Hotel
Graha Cakra yang kini dikenal sebagai The Shalimar Boutique Hotel.
Awalnya
taman ini merupakan aset pemerintah, namun saat ini dikelola oleh pihak The
Shalimar Boutique Hotel dan dirawat setiap hari sehingga tetap bersih dan
terjaga keindahannya.
Keunikan
Taman Cerme terletak pada nuansa heritage yang masih kental. Di tengah taman
terdapat sebuah gramophone yang dapat memutar musik era Kolonial Belanda yang
menambah kesan klasik dan tempo dulu. Selain ini, terdapat juga pameran mobil
mobil antik yang terpajang rapi di belakang gramophone.
Dengan
luas sekitar 1.500 meter persegi, Taman Cerme mengusung konsep ruang terbuka
hijau yang bernilai sejarah. Taman ini dapat dikunjungi secara gratis dan
dibuka 24 jam.
Taman
Kunang Kunang merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Malang yang
memiliki keunikan pada penataan pencahayaan. Nama taman terinspirasi dari
keindahan cahaya kunang kunang di malam hari. Awalnya, kawasan ini merupakan
hutan kota di Jalan Jakarta yang kemudian direvitalisasi menjadi taman publik
atau yang sekarang dikenal Taman Kunang Kunang.
Dengan
luas sekitar 850 meter persegi dengan bentuk memanjang di tengah Jalan Jakarta.
Taman ini memadukan rimbunnya pepohonan dan permainan cahaya lampu yang
menciptakan suasana menarik di malam hari.
Pembangunan
taman ini diprakarsai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR)
Bentoel Group yang juga membangun Taman Cerdas Trunojoyo. Kemudian diresmikan
pada 1 April 2015 yang bertepatan Hari Jadi Kota Malang ke 101 oleh Wali Kota
Malang.
Di
sepanjang taman, dipasangi sekitar 96 lampu yang dibagi ke dalam lima zona atau
disebut sebagai plaza. Setiap plaza memiliki desain dan karakter pencahayaan
yang berbeda. Di antara setiap plaza terdapat jalur setapak yang memudahkan
pengunjung untuk bermobilitas.
Taman
Kunang Kunang berlokasi di Jalan Jakarta, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota
Malang. Taman ini dibuka selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis.
![]() |
| Source : ongistravel.com |
Taman
Slamet merupakan ruang terbuka hijau di Kota Malang yang juga dibangun dengan
dukungan dana CSR dari Bentoel Group, setelah pembangunan Taman Cerdas
Trunojoyo dan Taman Kunang Kunang yang diresmikan pada 2 April 2016 oleh Wali
Kota Malang H. Moch. Anton.
Taman
Slamet cocok digunakan sebagai tempat bersantai, olahraga maupun menikmati
udara segar di tengah kota. Tidak jauh dari kawasan Ijen dan dikenal dengan
taman yang tenang dan asri.
Selain
sebagai ruang hijau, Taman Slamet juga memiliki berbagai spot foto menarik
seperti lorong enam gunung, papan nama ‘Taman Slamet’, stan photobooth, tiang
tiang bentuk unik hingga lorong berwarna putih yang cocok sebagai tempat
berswafoto.
Pengunjung
dapat menikmati taman ini secara gratis, meskipun dikenakan biaya parkir sebesar
Rp 2000. Taman ini beralamat di Jalan Taman Slamet No 8, Gadingkasri, Kecamatan
Klojen, Kota Malang dan dibuka setiap hari.
![]() |
| Doc pribadi |
Hutan
Kota Malabar diresmikan pada 4 April 2016 oleh Wali Kota Malang bersama Ketua
Tim Penggerak PKK Kota Malang dan Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka.
Hutan kota ini memiliki luas sekitar 16.718 meter persegi dan dibangun melalui
dana CSR dari PT Amerta Indah Otsuka.
Kawasan
ini dikembangkan sebagai hutan pendidikan yang bertujuan menjadi sarana pembelajaran
bagi masyarakat dalam mengenal berbagai jenis pohon dan tumbuhan. Selain fungsi
edukatif, Hutan Kota Malabar juga berperan dalam memperbaiki iklim, menjaga
keseimbangan ekosistem dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat.
Di
dalam kawasan ini terdapat berbagai objek foto seperti tulisan ‘Hutan Kota
Malabar’, gerbang masuk berbahan kayu, serta dinding batu bertuliskan ‘Otsuka’.
Terdapat juga jalur paving untuk mempermudah pengunjung berjalan dengan nyaman.
Dibuka
selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis namun ada biaya parkir bagi
pengunjung yang membawa kendaraan. Hutan Kota Malabar berlokasi di Jalan
Malabar, Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Taman
Trunojoyo merupakan salah satu taman kota yang paling strategis, berlokasi di
tengah Kota Malang. Tepatnya di depan Stasiun Kota Baru Malang dan berdekatan
di Alun Alun Tugu serta Balai Kota Malang. Dengan suasana taman yang sejuk
berkat pepohonan yang rindang, ditambah dengan patung tiga singa yang menjadi
ikon di taman ini.
Diresmikan
pada 1 Juni 2014 oleh Wali Kota Malang, taman ini juga dikenal dengan nama
Taman Bentoel Trunojoyo atau Taman Cerdas Trunojoyo karena dibangun dengan
bantuan dana CSR dari Bentoel Group.
Mengusung
konsep go green, taman ini dirancang sebagai ruang publik yang terintegrasi
untuk bermain, rekreasi, edukasi dan interaksi sosial untuk anak anak. Luasnya
sekitar 5.840 meter persegi dan juga difungsikan sebagai daerah resapan air
serta penyaring udara sekitar.
Taman
Cerdas Trunojoyo terbagi menjadi dua area, yaitu sisi utara dan selatan. Sisi
utara dirancang khusus anak anak dengan konsep taman bermain edukatif dengan
berbagai fasilitas seperti taman baca anak, area bermain, permainan air mancur,
lautan pasir, playground dan permainan ketangkasan lainnya.
Sementara
di sisi selatan, diperuntukkan bagi orang dewasa yang dilengkapi amphitheater
sebagai ruang apresiasi seni dan musik. Di area ini juga tersedia food court
jajanan dan kuliner bagi para pengunjung.
Taman
ini berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan dapat
dikunjungi secara gratis dengan terdapat biaya parkir bagi pengunjung yang
membawa kendaraan.
Keberadaan
taman taman kota sebagai ruang terbuka hijau merupakan sarana dan prasarana
penting menunjang kualitas lingkungan di perkotaan. Semakin banyak ruang
terbuka hijau, diharapkan Kota Malang dapat menjadi kota yang sejuk, indah,
nyaman dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mau
tahu info lebih lanjut seputar tour gride dan informasi menarik lainnya? Yuk,
kunjungi instagram kami di @jelajahmalang ya
Jln. Cokroaminoto II/74, Malang, Jawa Timur
Email: jelajahmalangaja@gmail.com
WhatsApp/Telpon: 0823 3528 8384
Tidak ada komentar: